Header Ads

Kisah Alexander Selkirk yang Menjadi Inspirasi Novel 'Robinson Crusoe'

Ini Dia Kisah Alexander Selkirk yang Menjadi Inspirasi Novel 'Robinson Crusoe'
(Alexander Selkirk adalah seorang prajurit Skotlandia yang menghabiskan empat tahun empat bulan di sebuah pulau tak berpenghuni di Samudra Pasifik Selatan. - Historienet)
TickNet.Top - Awal Kehidupan Alexander Selkirk (lahir pada tahun 1676) adalah putra seorang pembuat sepatu dan penyamak kulit di Lower Largo, Fife, Skotlandia. Di masa mudanya ia terkenal bandel, sulit diatur dan suka berkelahi. 


Dia pernah dipanggil pihak Gereja karena kelakuan yang tidak senonoh di gereja. Dia mangkir, dengan alasan "sedang melaut". Dia kembali ke Largo pada tahun 1701 dan lagi-lagi membuat berang otoritas gereja karena menyerang saudara-saudaranya. 

Setelah sempat ikut-ikutan menjadi bajak laut. Pada 1703 Selkirk bergabung dengan ekspedisi privateer (orang pribadi atau kapal yang terlibat dalam perang maritim di bawah komisi perang) dan penjelajah Inggris William Dampier ke Samudra Pasifik Selatan. 

Mereka mulai berlayar dari Kinsale, Irlandia pada 11 September. Mereka membawa letters of marque dari Lord High Admiral yang mengesahkan kapal bersenjata mereka untuk menyerang musuh asing saat Perang Suksesi Spanyol antara Inggris dan Spanyol. 

Dampier adalah kapten St George dan Selkirk bertugas di Cinque Ports, kapal pendamping St George, sebagai juru layar di bawah Kapten Thomas Stradling. Pada saat ini, bisa dikatakan bahwa Selkirk memiliki cukup pengalaman di laut. 


Pada bulan Februari 1704, setelah melewati badai di sekitar Tanjung Horn, mereka harus bertempur dengan kapal bersenjata Prancis St Joseph dalam pertempuran yang panjang, Sayangnya St Joseph berhasil melarikan diri dan memberitahu para sekutu Spanyol tentang kedatangan mereka di Pasifik. 

Sebuah serangan di kota penambangan emas di Panama, Santa María gagal ketika pasukan pendaratan mereka disergap. Kemudian mereka berhasil menangkap kapal seorang pedagang yang sarat muatan. Ini menghidupkan kembali semangat menjarah mereka. 

Selkirk ditugaskan untuk memimpin kapal hadiah. Dampier melepas beberapa persediaan anggur, brendi, gula, dan tepung yang sangat dibutuhkan dan kemudian tiba-tiba membebaskan kapal, dengan alasan bahwa keuntungan itu tidak sepadan dengan usaha. 

Dibuang
Pada bulan Mei 1704, Stradling memutuskan untuk meninggalkan Dampier. Pada bulan September 1704, Kapten Stradling membawa Kapal Cinque Ports ke sebuah pulau tak berpenghuni yang oleh Spanyol dekenal sebagai Más Tierra yang terletak di kepulauan Juan Fernández, sekitar 670 km (420 mil) di lepas pantai Chili
Pendaratan ini bertujuan untuk mengisi ulang persediaan air segar dan perbekalan lainnya. Selkirk sangat khawatir akan kondisi kapal mereka, dan ingin melakukan beberapa perbaikan sebelum melanjutkan berlayar lebih jauh. 

Dia menyatakan bahwa dia lebih suka tinggal di pulau tersebut daripada melanjutkan berlayar dengan kapal tersebur. Stradling menerima tawaran itu dan mendaratkan Selkirk di pulau dibekali dengan senapan, kapak, pisau, panci masak, Alkitab, tempat tidur dan beberapa pakaian. 

Selkirk segera menyesali keputusannya, tetapi Stradling menolak untuk menerimanya kembali. Cinque Ports ternyata kemudian di sebuah pantai yang sekarang kita kenal sebagai Kolombia. Stradling dan beberapa krunya selamat tetapi mereka terpaksa menyerah kepada Spanyol. 

Mereka kemudian dibawa ke Lima, Peru, di mana mereka harus mengalami kehidupan di penjara yang keras. 
Bertahan Hidup di Pulau 
Pada awalnya, Selkirk berusaha untuk tetap tinggal di sepanjang pesisir pantai Juan Fernández. Dia berusaha bertahan hidup dengan memakan lobster dan memindai laut setiap hari untuk mencari kapal yang bisa membawanya pergi dari pulau tesebut. 

Selama itu dia menderita kesepian, kesengsaraan, dan penyesalan. Kehadiran gerombolan singa laut yang berkumpul di pantai untuk musim kawin, akhirnya memaksanya untuk melakukan eksplorasi ke pedalaman pulau. Begitu berada di pedalaman, ternyata kehidupannya bisa menjadi lebih baik. 

Lebih banyak makanan tersedia di sana. kambing liar memberikan Selkirk persediaan daging dan susu. Sementara lobak liar, daun kol, dan beri lada kering menawarkan variasi makanan dan rempah-rempah. 

Tikus sering menyerangnya di malam hari, tetapi ia bisa tidur nyenyak dan aman dengan memelihara dan tinggal di dekat kucing liar yang berhasil dia jinakkan. Selkirk terbukti pandai menggunakan bahan-bahan yang ia temukan di pulau itu untuk membuat peralatan. 
Ia membuat pisau baru dari tong-tong yang ditinggalkan di pantai, ia membangun dua gubuk dari pohon lada, salah satunya ia gunakan untuk memasak dan yang lainnya untuk tidur. Dia menggunakan senapan untuk berburu kambing dan pisaunya untuk membersihkan daging mereka. 

Saat bubuk mesiu berkurang, ia harus berburu dengan berlari. Pernah dalam suatu perburuan ia terluka parah karena jatuh dari tebing. Ia berbaring tak berdaya dan tidak bisa bergerak selama sekitar satu hari. 

Untungnya hasil buruan yang telah didapat dan cukup meredam daya bentur akibat kejatuhannya. Itu mungkin yang menghindarkannya dari cedera yang lebih parah seperti patah tulang belakang. 

Pengalaman masa kecil yang dipelajari dari Sang Ayah, yang seorang penyamak kulit dan pembuat sepatu, benar-benar sangat membantunya. Ketika pakaiannya robek-robek, ia mampu membuat yang baru dari kulit kambing yang dijahit menggunakan paku. 
Saat sepatunya menjadi tidak dapat digunakan, ia tidak perlu menggantinya, karena kakinya yang keras dan kapalan membuat pelindung kaki tidak diperlukan lagi. Dia menyanyikan mazmur dan membaca Alkitab. Ini membuatnya merasa cukup nyaman dengan situasinya dan juga menjadi alat untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggrisnya. 

Selama hidup di pulau itu, ada dua kapal yang pernah berlabuh. Sayangnya keduanya milik bangsa Spanyol. Sebagai seorang Skotlandia dan seorang prajurit, ia akan menghadapi nasib yang lebih suram jika ditangkap oleh mereka dan karena itu ia memilih untuk bersembunyi. 

Suatu ketika ia berhasil ditemukan dan dikejar oleh sekelompok pelaut Spanyol. Ia bersembunyi dengan memanjat sebuah pohon. Para pengejar sempat buang air kecil di bawah pohon tempatnya bersembunyi. Untungnya mereka tidak menemukan Selkirk. Para pelaut Spanyol tersebut akhirnya menyerah dan melanjutkan perlayaran mereka. 

Penyelamatan 
Penantian panjang Selkirk akhirnya datang pada tanggal 2 Februari 1709 melalui Duke, sebuah kapal penjagaan yang dikemudikan oleh William Dampier, dan rekannya Thomas Dover dengan kapalnya Duchess memimpin pasukan pendaratan dan bertemu Selkirk. 
Setelah empat tahun dan empat bulan tanpa ditemani manusia, Selkirk hampir tidak koheren dengan kegembiraan. Kapten dan pemimpin yang memimpin ekspedisi Duke adalah Woodes Rogers, yang dengan bercanda menyebut Selkirk sebagai gubernur pulau itu. 

Selkirk dengan tangkas menangkap dua atau tiga kambing dalam sehari dan membantu memulihkan kesehatan anak buah Rogers yang mengalami sakit. Kapten Rogers terkesan dengan kekuatan fisik Selkirk. 

Tidak hanya itu, dia juga terkesan oleh ketenangan pikiran yang telah diperolehnya ketika tinggal di pulau itu, mengamati: "Orang mungkin melihat bahwa kesendirian dan pensiun dari dunia bukanlah kondisi kehidupan yang tak tertahankan seperti yang dibayangkan banyak orang. bayangkan, terutama ketika mereka dipaksa untuk melaluinya, seperti orang ini." 

Dia kemudian memposisikan Selkirk sebagai Duke's Second Mate (tingkat ke-3 dalam komando, biasanya bertugas sebagai pengawas dan bertanggung jawab atas navigasi), kemudian memberinya perintah untuk memimpin sebuah kapal rampasan Increase, sebelum kemudian dijadikan sebagai barang tebusan kepada Spanyol. 
Selkirk kembali ke dunia privateer dengan semangat balas dendam. Di Guayaquil yang menjadi wilayah Ekuador saat ini, ia memimpin awak kapal ke Sungai Guayas di mana sejumlah wanita kaya Spanyol melarikan diri, dan menjarah emas dan perhiasan yang mereka sembunyikan di dalam pakaian mereka. 

Perannya dalam perburuan galleon harta karun di sepanjang pantai Meksiko menghasilkan penangkapan Nuestra Señora de la Encarnación des Desengaño, yang kemudian diganti nama menjadi Bachelor, di mana ia menjabat sebagai juru layar di bawah Kapten Dover ke Hindia Belanda. 

Selkirk mengakhiri penjelajahan keliling dunianya di Tanjung Harapan sebagai juru layar kapal Duke, tiba di Downs pantai Inggris pada 1 Oktober 1711. Dia telah pergi selama delapan tahun. 

Akhir Hidup 
Pengalaman Selkirk sebagai seorang terbuang mengundang banyak perhatian di Inggris. Anggota kru lainnya, Edward Cooke, menurlis kisah Selkirk dalam sebuah buku yang mengisahkan ekspedisi mereka, A Voyage to the South Sea and Round the World (1712). 
Kisah yang lebih rinci diterbitkan oleh pemimpin ekspedisi, Rogers, beberapa bulan kemudian. Tahun berikutnya, penulis esai Richard Steele menulis artikel tentang Selkirk untuk surat kabar The Englishman. 

Selkirk nampaknya alan menikmati kehidupan yang tenang sebagai selebritas, apalagi dengan dengan memperhitungkan hasil jarahannya selama berlayar — sekitar £ 800 (setara dengan £ 117.000 (2,1 Milyar Rupiah) saat ini). Namun, sengketa hukum membuat jumlah pembayaran menjadi tidak pasti. 

Setelah beberapa bulan di London, ia mulai tampak kembali seperti yang dulu lagi. Pada September 1713 ia didakwa menyerang seorang pembuat kapal di Bristol dan mungkin ditahan selama dua tahun. 

Dia kembali ke Lower Largo, di mana dia bertemu Sophia Bruce, seorang dairymaid (wanita yg bekerja di perusahaan susu) muda. Mereka kabur ke London pada awal 1717 tetapi tampaknya tidak menikah. Setelah mendaftar di Angkatan Laut Kerajaan, tak lama kemudia dia melaut lagi. 
Pada tahun 1720, saat dalam kunjungan ke Plymouth dan menikah dengan seorang janda pemilik penginapan bernama Frances Candis. Dia betugas sebagai master's mate (komando tingkat 2) di kapal HMS Weymouth dan terlibat dalam patroli anti-pembajakan di pantai barat Afrika. 

Dia meninggal pada 13 Desember 1721 kerena menderita penyakit demam kuning. Ia dimakamkan di laut.

Ketika Daniel Defoe menerbitkan The Life and Surprising Adventures of Robinson Crusoe (1719), hanya sedikit pembaca yang bisa mengabaikan kemiripan dengan Selkirk. Sebuah ilustrasi di halaman pertama novel itu menunjukkan "seorang lelaki yang tampak melankolis berdiri di pantai sebuah pulau, memandang ke pedalaman". 

Menurut Tim Severin, seorang penjelajah modern, dia mengenakan kulit kambing berbulu panjang yang sudah dikenalnya, kaki dan tulang keringnya telanjang. Namun pulau Crusoe terletak tidak di pertengahan garis lintang Pasifik Selatan tetapi 4.300 km (2.700 mil) jauhnya di Karibia, di mana pakaian berbulu tidak akan nyaman di iklim panas tropis. 

Ketidakcocokan ini mendukung kepercayaan populer bahwa Selkirk adalah model untuk karakter fiksi ini, meskipun sebagian besar sarjana sastra sekarang lebih menerima bahwa Selkirk adalah "hanya salah satu dari banyak narasi survival yang diketahui Defoe". 


Dari Wikipedia

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.